Selain karena berkurangnya simpanan karbohidrat tubuh, dehidrasi juga merupakan penyebab terjadinya penurunan performa olahraga. Melalui keluarnya keringat, berkurangnya 2% cairan dari dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan performa hingga 10% dan berkurangnya 5% cairan dapat menyebabkan penurunan hingga 30%.
Saat berolahraga, sumber nutrisi seperti karbohidrat atau lemak akan terkonversi menjadi energi untuk mendukung kerja otot. Namun selain menghasilkan energi dalam bentuk gerak, metabolisme energi ini juga akan menghasilkan energi dalam bentuk panas (heat)
Untuk mencegah terjadinya akumulasi panas di dalam tubuh akibat dari adanya peningkatan metabolisme energi dan peningkatan kontraksi otot, cairan tubuh akan mengabsorpsi panas dan mengeluarkannya melalui keringat sehingga suhu tubuh tetap berada pada ±
37°C. Namun apabila proses keluarnya keringat terus berjalan secara kontinu dan tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup maka tubuh akan mengalami dehidrasi.
Saat dehidrasi, akibat dari menurunnya volume darah yang bersirkulasi di dalam tubuh, otot yang sedang bekerja tidak akan memperoleh jumlah oksigen yang cukup. Hal ini kemudian akan menyebabkan tubuh terasa lelah akibat dari terhambatnya produksi energi sehingga secara perlahan performa & intensitas olahraga akan menurun. Pada kondisi ekstrim keluarnya keringat secara berlebih saat berolahraga juga dapat memperbesar resiko terjadinya Hyperthermia (peningkatan suhu tubuh secara drastis). |