Air merupakan komponen utama tubuh manusia yang memberikan kontribusi hampir 60% dari total berat badan orang dewasa. Namun bergantung terhadap kandungan lemak dan otot tubuh, nilai persentase ini dapat bervariasi antara 50-70%. Tubuh yang lebih berotot dibandingkan dengan tubuh yang berlemak akan mengandung lebih banyak air. Oleh karena itu maka atlet ataupun individu yang rutin beraktivitas fisik akan mempunyai kandungan air yang lebih besar jika dibandingkan dengan non-atlet atau juga individu dengan aktivitas fisik rendah.
Di dalam tubuh, air akan terdistribusi ke dalam 2 kompartemen utama yaitu berada di dalam cairan intraselular (ICF) dan di dalam cairan ektraselular (ECF). Cairan intraselular merupakan cairan yang terdapat di dalam sel tubuh , sedangkan cairan ektraselular merupakan cairan yang terdapat di luar sel. Sekitar 67% dari total badan air yang terdapat di dalam tubuh manusia akan berada di dalam sel dan sekitar 33% akan berada di luar sel.
Air di dalam tubuh mempunyai komposisi terutama elektrolit yang akan berperan dalam menjaga keseimbangan cairan antar kompartemen. Elektrolit-elektrolit utama yang akan berada di dalam komposisi cairan tubuh merupakan elektrolit makro tubuh yaitu natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida dan bikarbonat. Pada cairan di dalam sel, elektrolit yang terdapat dalam konsentrasi terbesar adalah kalium, sedangkan pada cairan di luar sel, elektrolit natrium merupakan elektrolit dengan kandungan yang terbesar.
Di dalam tubuh air akan mempunyai peran yang penting antara lain sebagai pelembab jaringan-jaringan tubuh, katalisator reaksi di dalam sel, pelindung organ & jaringan tubuh serta juga akan membantu untuk menjaga tekanan darah. Di dalam proses metabolisme energi, air akan mempunyai peranan yang penting yaitu sebagai pembawa zat-zat nutrisi seperti karbohidrat, vitamin atau mineral, pembawa oksigen (O2) ke dalam sel sel tubuh serta juga akan berfungsi untuk mengeluarkan produk samping hasil metabolisme seperti karbon dioksida (CO2).
Dalam beraktivitas fisik seperti berolahraga, ketika metabolisme energi dan kontraksi otot meningkat. Air yang terdapat di dalam tubuh akan mempunyai peran yang penting yaitu sebagai pengatur panas tubuh (thermoregulator) yang berfungsi untuk menjaga agar suhu tubuh tetap berada pada kondisi normal yaitu 37oC. Proses ini secara sederhana akan dijalankan oleh air yang berada di dalam tubuh dengan mengabsorpsi panas hasil metabolisme energi dan panas hasil kontraksi otot untuk kemudian mengeluarkannya melalui keringat.
|