Salah satu klasifikasi dari ergogenic aids yaitu ergogenik nutrisi mengacu kepada bahan/zat konsumsi yang mampu memberikan peningkatan pada kapasitas performa olahraga . Zat ini dapat berupa nutrisi utama tubuh seperti cairan, karbohidrat atau juga protein, berupa ekstrak bahan pangan atau juga kandungan zat tertentu dalam bahan makanan seperti kreatin (ikan & daging) atau kafein (kopi, teh & coklat).
Selain ergogenik nutrisi utama (cairan, karbohidrat & protein) ergogenik nutrisi lain yang cukup populer dan legal adalah kafein yang larangannya pengunaannya sudah dicabut oleh IOC (1 Jan 2004), kreatin yang menjadi populer setelah olimpiade barcelona 1992, L-caritine yang menjadi populer setelah beredar rumor bahwa suplemen ini membantu tim nasional Italia dalam merebut Piala Dunia yang ke 3 kalinya pada tahun 1982 atau juga Vitamin E yang sebagai antioksidan dipercaya dapat membantu dalam proses recovery.
Selain dari ergogenik nutrisi, ada pula zat yang disebut sebagai ergogenik non- nutrisi yang secara ilmiah memang terbukti dapat meningkatkan performa olahraga namun dilarang pengunaanya seperti EPO (Erythropoitein), blood doping atau juga ephedrine.
Dari banyaknya jenis ergogenik nutrisi yang dapat dipilih oleh seorang atlet, tidak semua zat yang ada secara ilmiah terbukti dapat meningkatkan performa olahraga sesuai dengan klaimnya. Nutrisi seperti karbohidrat, cairan atau juga kreatin terbukti dapat meningkatkan performa, namun ada pula zat-zat tambahan yang masih memerlukan studi & juga riset lebih lanjut.
Pada tabel di bawah ini kami ringkaskan beberapa ergogenik baik yang bersifat nutrisi & non-nutrisi, baik legal maupun ilegal yang dilengkapi dengan hasil dari studi-studi yang sudah dilakukan dalam bidang sport nutrition. |