Karbohidrat merupakan nutrisi penyedia energi yang penting bagi performa olahraga. Tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi dalam olahraga berdurasi waktu panjang yang bersifat ketahanan (endurance) seperti maraton, triathlon atau road cycling. Konsumsi karbohidrat juga akan menjadi penentu performa dalam olahraga intensitas moderat-tinggi dengan komponen speed & power seperti sepakbola, bola basket, tenis atau juga bulutangkis. Selain itu, pada olahraga dengan intensitas rendah seperti jogging atau jalan kaki, karbohidrat juga akan memberikan kontribusi dalam metabolisme energi.
Sebagai salah satu jenis nutrisi, berdasarkan bentuk molekulnya karbohidrat secara umum dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa atau fruktosa banyak ditemukan di dalam berbagai buah-buahan seperti apel,semangka dan jeruk atau dapat juga terkandung di dalam madu. Sedangkan karbohidrat kompleks merupakan komponen utama dalam makanan sehari-hari seperti nasi, singkong, pasta, kentang dan juga roti.
Selain berdasarkan bentuk molekulnya, karbohidrat juga dapat dibedakan berdasarkan nilai tetapan Glycemic Index-nya (GI). Tetapan ini mengukur respon konsumsi karbohidrat terhadap glukosa darah. Semakin tinggi nilai tetapan GI maka responnya terhadap glukosa darah juga akan semakin cepat. Tetapan ini dapat membantu untuk menentukan pilihan jenis karbohidrat yang harus dikonsumsi setelah latihan/pertandingan agar proses recovery menjadi lebih cepat.
Sebagai nutrisi sumber energi, setiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal. Melalu proses hidrolisis didalam tubuh karbohidrat yang telah dikonsumsi akan dipecah untuk dijadikan bentuknya yang paling sederhana yaitu glukosa. Glukosa yang merupakan sumber energi tidak hanya untuk kerja otot namun juga otak ini dapat tersimpan di dalam aliran darah (glukosa darah) dan tersimpan dalam bentuk glikogen didalam jaringan otot dan juga hati. Ketika terjadi peningkatan kebutuhan energi di dalam tubuh seperti saat berolahraga, simpanan glukosa tersebut melalui proses metabolisme akan digunakan untuk menghasilkan energi agar dapat mendukung kerja otot.
|
|
|