26 February 2008
Road cycling di kategorikan sebagai olahraga endurans yang tidak hanya membutuhkan daya tahan tubuh yang prima namun juga membutuhkan power terutama dalam kondisi jalan yang menanjak atau saat sprint untuk mencapai garis finish. Cabang olahraga ini biasanya memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dalam tiap kegiatannya, yaitu hampir mencapai sekitar 400 km per minggu untuk atlet profesional dan mencapai sekitar 250 km tiap minggu untuk non atlet.
Sebagai olahraga yang bersifat endurans, metabolisme energi dalam olahraga ini akan berjalan secara dominan melalui metabolisme energi aerobik (dengan O2) melalui pembakaran simpanan karbohidrat, lemak atau dapat juga dari simpanan protein. Karena energi secara dominan akan dihasilkan melalui metabolisme energi secara aerobik maka atlet atau pecinta olahraga pada cabang road cycling ini diharapkan untuk mampu mendapatkan oksigen melalui proses pernafasan dalam jumlah yang cukup agar proses pembakaran sumber-sumber energi tersebut dapat berjalan dengan sempurna.
Sebagai cabang olahraga yang membutuhkan ketahanan tubuh prima, ketersediaan simpanan energi tubuh dalam bentuk karbohidrat serta ketersediaan cairan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Kurangnya konsumsi yang mengakibatkan tidak optimalnya jumlah kedua simpanan tersebut di dalam tubuh akan menyebabkan kelelahan secara cepat dan menurunnya performa.
Khusus untuk konsumsi karbohidrat, pecinta olahraga atau juga atlet pada cabang olahraga endurans diharapkan untuk memperhatikan konsumsinya agar simpanan energi di dalam tubuh dalam bentuk glikogen dapat menjadi lebih optimal. Karena jumlah simpanan glikogen tubuh akan mempengaruhi performa saat latihan/pertandingan berlangsung , maka jumlah karbohidrat yang disarankan untuk dikonsumsi adalah sebanyak 7-10 gram karbohidrat per kg berat badan tiap harinya.
Perjalanan panjang saat bersepeda dapat juga dimanfaatkan untuk menambah asupan energi melalui konsumsi cairan yang telah ditambahkan karbohidrat atau juga mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti roti, biskuit, singkong atau juga buah-buahan seperti pisang. Selain itu, konsumsi karbohidrat juga perlu diperhatikan pada saat selesainya latihan/pertandingan sepeda. Menunda dan tidak mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang cukup akan menyebabkan tidak optimalnya pengisian kembali glikogen tubuh sehingga akan mempengaruhi kapasitas dan juga performa dalam melakukan sesi latihan/pertandingan selanjutnya.
Selain menjaga kertersediaan energi melalui konsumsi karbohidrat, konsumsi cairan secara rutin juga merupakan hal penting yang harus dilakukan agar performa bersepeda dapat terjaga. Konsumsi cairan secara rutin idealnya diharapkan dilakukan setiap 10-15 menit dalam porsi yang kecil walapun rasa haus belum timbul.
Agar sistem pencernaan menjadi lebih terbiasa dan tidak mengalami gangguan, atlet atau juga pecinta olahraga sepeda juga diharapkan dapat menentukan secara mandiri strategi yang tepat bagi dirinya untuk mengkonsumsi cairan atau juga makanan berkarbohidrat agar ketersediaan cairan dan energi di dalam tubuh dapat tetap terjaga sehingga performa bersepeda dapat terus ditingkatkan.
|